Bolehkah Memuji Kebaikan Diri Sendiri?
Bolehkah Memuji Dan Menyebutkan Kebaikan Diri Sendiri?
Saudaraku yang dimuliakan Allah swt, dalam pembicaraan dengan saudara atau kerabat terkadang secara tidak disadari kita mengungkapkan kebaikan yang ada pada diri kita sendiri, apakah hal itu diperbolehkan?
Menyebutkan kebaikan diri sendiri ada dua macam kategori, yaitu yang tercela dan yang disukai. Menyebutkan kebaikan diri sendiri yang tergolong tercela ialah menyebutkan kebaikan diri sendiri dengan tujuan menyombongkan diri, menampakan ketinggian dan merasa lebih istimewa daripada yang lain dan lain sebagainya. Hla itu tentu tidak boleh dilakukan, sebagaimana firman Allah swt :
فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ
Artinya :" .. Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa". (QS. An Najm : 32)
Kemudian yang kedua adalah menyebutkan kebaikan diri sendiri yang masuk kategori terpuji, yaitu yang mengandung maslahat agama, antara lain sebagai juru amar ma'ruf nahi mungkar, penasihat, orang yang menyarankan kepada kemaslahatan, pengajar, pendidik, penceramah, juru ingat, juru damai diantara dua orang, menolak kejahatan dari diri sendiri, atau hal-hal lainya. Berdasarkan hal itu seseorang boleh menyebut kebaikan diri sendiri dengan niat semoga ucapanya bisa lebih diterima, dan apa yang dituturkan bisa lebih dipegang karena apa yang dikatakan belum tentu akan didapati pada orang lain.
Adapun nash-nash yang menunjukkan bolehnya mengucapkan kebaikan sebagaimana diterangkan di awal sangatlah banyak, seperti sabda Rasulullah saw :
اَنَاالنَبِىُّ لَاكَذِبْ
Artinya : " Aku adalah Nabi, tidak dusta".
اَنَاسَيِّدُ وَلَدِاٰدَمَ
Artinya :" Aku adalah penghulu anak adam".
Dan masih banyak lagi hal yang serupa disebutkan Al Qur'an, seperti cerita tentang ucapan Nabi Yusuf AS :
قَالَ اجْعَلْنِي عَلَىٰ خَزَائِنِ الْأَرْضِ ۖ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ
Artinya : Yusuf berkata; "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan" (QS. Yusuf : 55)
Jadi mengungkapkan kebaikan diri sendiri dalam rangka kemaslahatan agama boleh saja dan terpuji, namun jika kebaikan yang diceritakan dalam rangka menyombongkan diri dan menganggap dirinya suci maka hal tersebut tidak diperbolehkan.
Saudaraku yang dimuliakan Allah swt, demikianlah keterangan tentang boleh tidaknya menceritakan kebaikan diri sendiri, semoga bermanfaat.
Wallahu a'lam.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Komentar
Posting Komentar