TANDA-TANDA TURUNYA LAILATUL QODR
TANDA-TANDA TURUNYA LAILATUL QODR
اِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَغِيْنُهُ وَنَشْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِهِ مِنْ شُرُوُرِ اَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَ مَنْ يَهْدِهِ اللّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادَيَ لَهُ . أشْهَدُ أن لا إله إلا الله وحده لا شَريكَ له وأشْهدُ أن سيدنا مُحمّدًا عبْدهُ ورسوله. اللهمَّ صل على سيِّدنا محمّد وعلى أله وصحْبهِ أجْمعينَ. اما بعد
Jamaah yang dimuliakan oleh Allah swt., pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai tanda-tanda turunya malam Lailatul Qodr. Pada keterangan sebelumnya telah dibahas mengenai kenapa Allah swt., merahasiakan turunya Lailatul Qodr. Jawabnya adalah agar kita berusaha dengan sungguh-sungguh untuk bisa mendapatkanya dengan sungguh-sungguh malam tersebut, tentunya dengan memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur'an, sholat sunah, dzikir dan berbagai amalan ibadah lainya.
Dalam keterangan sebelumnya juga telah dibahas tentang prediksi para ulama tentang kapan turunya Lailatul Qodr. Pendapat-pendapat yang kuat adalah pada malam-malam ganjil pada sepuluh malam yang terakhir. Dan yang lebih mashur ialah malam 27 Ramadhan. Rasulullah saw., bersabda :
عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ رَسُوْلُ اللّهِ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ كَانَ مُتَحَرِّيْهَا فَلْيَتَحَرَّهَا لَيْلَةَ سَبْعِ وَعِشْرِيْنَ (رواه احمد باسناد صحيح)
Artinya : “ Dari Ibnu Umar, Rasulullah saw., telah bersabda, “Barang siapa yang ingin menjumpai malam qodr, hendaklah ia mencarinya pada malam dua puluh tujuh. “ (HR. Ahmad dengan sanad yang soheh)
Dalam keterangan yang lain disebutkan bahwa dalil yang menunjukan diharapkan turunya Lailatul Qodr pada malam ke 27 (Wallahu A’lam) adalah hadits riwayat Hanbal Rahimahullah dengan sanad dari Ibnu Umar ra. Yang berbunyi : para shahabat selalu menceritakan kepada Rasulullah saw., tentang mimpi dari sepuluh yang terakhir. Kemudian Nabi saw bersabda:
اَرَي رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاتَرَتْ اِنَّهَا لَيْلَةٌ سَابِعَةٌ مِنْ الْعَشْرِ الاَوَاخِرِ مَنْ كَانَ مُتَحَرِّيًا فَلْيَتَخَرَّهَا اللَّيْلَةَ السَّابِعَةَ مِنَ الْعَشْرِ الاَوَاخِرِ (رواه البخري)
Artinya : “ Aku lihat mimpi kalian semua telah mutawatir, sesungguhnya Lailatul Qodr itu padda malam keadaan tujuh dari sepuluh yang akhir.” (HR. Bukhori)
Kemudian adakah tanda-tanda dari turunya Lailatul Qodr itu ? Menurut Prof. DR. K.H. Ahmad Yasin Asymuni tanda-tanda yang menunjukan bahwa malam itu Lailatul Qodr adalah malam tersebut bercuaca cerah, tidak panas dan tidak dingin. Pada malam itu tidak terdengar suara gonggongan anjing. Pagi harinya matahari terbit cahaya tidak begitu terang, bagaikan bak pencuci tangan. Keajaiban malam itu dibuka kepada orang-orang yang berhati bersih dan punya sifat kewalian, dan ahli taat. Keajaiban itu juga dibuka kepada siapa saja yang dikehendaki Allah swt., yaitu hamba-hamba Allah yang beriman disesuaikan dengan derajat keadaan, bagian dan derajat kedekatan mereka dari Allah swt.
Hal ini hampir sama dengan pendapat Imam Nawawi yang mengatakan bahwa tanda-tanda turunya Lailatul Qodr adalah sebagai berikut:
ومن علاماتها انها متو سطة لا حارّة ولا باردة, وتطلع الشمس في صبيحتها بيضاء ليس فيها كثير شعاع, وهي لحظة لطيفة علي صورة البرق الخا طف, لكن تصير الليلة كلها ذات فضل لإجلها.
Ada pula yang mengatakan bahwa malam turunya Lailatul Qodr ditandai dengan suasana hening, tenang dan penuh kekhusuan dalam beribadah kepada Allah swt., tidak ada kegelisahan dan perasaan malas dalam melaksanakan berbagai amalan seperti tadarus Al-Qur'an, dzikir, berdoa dan lain sebagainya.
Ada pula tanda bagi orang yang menjumpai Lailatul Qodr, bahwa sesudah ramadhan usai dirinya akan tetap istiqomah dalam menjalankan ibadah bahkan lebih meningkat dibandingkan sebelumnya.
Jamaah rahimakumullah, manusia hanya bisa berikhtiar sedangkan hasil adalah urusan Allah swt., demikian juga dengan usaha kita dalam meraih malam Lailatul Qodr, semua kembali kepada-Nya karena Allah-lah yang maha mengetahui segalanya dan Allah pula yang akan membalas segala amal perbuatan kita.
Sebaiknya marilah kita isi hari-hari terakhir di bulan ramadhan ini untuk memperbanyak iktikaf dan berbagai amalan yang bisa menjadikan diri kita lebih dekat dengan Allah swt., mengevaluasi diri agar sikap dan perilaku kita semakin solih.
Demikianlah yang bisa kami paparkan, mudah-mudahan bisa bermanfaat buat saya pribadi dan jamaah sekalian. Amin.
اقُوْلُ قَوْلِي هَذَا اَسْتَغْفِرُ الّلهُ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَلْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُالرَّحِيْمِ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Komentar
Posting Komentar